Nama :Moh. Rowasis
NIM :2013210043
Fakultas : Ilmu sosial dan Ilmu politik
Prodi : Ilmu Administrasi Negara
BAGAIMANA MENJADI PEMINPIN YANG
EFISIEN
Pemimpin(leader),
yaitu adalah sebuah agent of change and development, dan juga pemimpin itu bisa
memberikan keputusan yang baik dan tidak merugikan terhadap orang lain.
Kemudian,
berbicara masalah pemimpin yang efisien, sebenernya semua orang sudah mempunyai
ataupun memiliki jiwa pemimpin. Tapi kemudian, untuk bisa menjadi pemimpin yang
baik itulah yang sangat sulit, maka dari itu bagaimana kita harus bisa
mempunyai apa yang namanya etika ketika kita sudah mimiliki etika dalam ke
pemimpinan maka kita sudah termasuk pemimpin yang efisien, Itu dalam arti
sempit.
Kemudian,
secara arti luas yaitu, seorang pemempin itu harus mempunyai keterampilan
profosionalisme yang tinggi yang di karakteristikkan dengan pengetahuan, dan
juga seorang pemimpin itu mempunyai kemampuan dalam perencanaan, Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang
harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu
perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Yaitu bagaimana dalam
suatu pembuatan program itu harus jelas(logis). kemudian program kerja atau
rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya juga dapat di capai denga baik. Jadi bukan
anggan-angan. Dan lagi sesuai dengan
kemampuan sumber daya yang ada. Tidak
terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.
juga ada batas waktu yang jelas. Sehingga mudah dinilai dan
dievaluasi. kemudian,
agar perencanaan dan tujuan bisa tercapai maka dibutuhkan
pengorganisasian yaitu dengan cara memiliki
tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Yaitu
membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Jadi program
ataupun kegiatan yang di laksanakan bisa menjadi ringan dengan adanya job
description tersebut. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti
bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja
untuk itu dibutuhkan yang namanya kerja keras, kerja cerdas dan
kerjasama. semua itu hanya untuk mengoptimalkan visi,misi seorang
pemimpin(leader) Dalam suatu program yang di buatnya. Agar
pekerjaannya berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja
seorang pemimpin. maka, dibutuhkan
pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit.
Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting
adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian.
Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan
penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
Dari
beberapa pemaparan di atas dapat di simpulkan, bahwa dalam suatu pemimpin
hendaknya bisa mempunyai ataupun mampu, baik dalam segi perencanaan,
pengorganisasian, melaksanakan(actuating) dan pengontrolan. Maka apabila
seorang pemimpin sudah melakukan hal hal yang telah di sebutkan di atas dengan
maksimal, maka di situlah pemimpin bisa dikatakan dengan pemimpin yang efisien.