Kamis, 29 Mei 2014

Tugas 3 (ketiga) Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Tugas 3 (ketiga) Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Tugas 3 (ketiga) Etika dan Filsafat Kepemimpinan

MAKNA KOMPETENSI
Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu
(SK Mendiknas No. 045/U/2002, Ps. 21)

Tugas / pertanyaan:
1.       Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ilmu/Pengetahuan;
Yaitu bagaimana, pencapain kompetensi melalui pendekatan ilmu/pengetahuan dimana dalam pemimpin, harus berilmu  karena pemimpin tanpa mempunyai ilmu tidak akan pernah efektif dalam sebuah kepemimpinan tersebut,maka kemudian, pertama harus mempunyai ilmu yang cukup dalam memimpin, meskipun ilmu tentang keterampilan, dan sikap/perilaku minimal mempunyai ilmu tentang kepemimpinan. begitupun juga dengan pengetahuan meskipun sudah mempunyai ilmu tapi tidak mempunyai pengetahuan sama halnya dengan sayur tanpa garam, dalam artian dalam kepemimpinan itu tidak akan sempurna ataupun masih belum dikatakan efektif, tapi kemudian setalah keduanya sudah dimiliki maka pemimpin yang efektif dan efisien akan timbul dengan cara pendekatan ilmu dan penetahuan.
2.       Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ketrampilan;
Yaitu, pemimpin yang efektif dan efisien itu tidak cukup dengan mempunyai ilmu dan pengetahun saja, tapi keterampilan juga sangat di butuhkan dalam kepemimpinan tersebut karena Pemimpin yang terampil adalah pemimpin yang memiliki keahlian dalam bidang tugasnya. Artinya seorang pemimpin secar teknis harus terampil agar pekerjaanya menjadi lebih efektif dan efisien. Kemudian, saya dapat sedikit menyebutkan  Ciri - ciri pemimpin yang terampil diantaranya :
Bisa  memahami bidang tugasnya dan bekerja keras demi kemaslahatan bersama, serta mampu memahaami permasalahan dan menyelesaikan dengan baik. Dan  memiliki visi dan misi sosial yang tajam untuk membuat bawahan ataupun msyarakat bias meyakinkan terhadap masyarakat dan terakhir kemampuan merumuskan kebijakan dengan bijaksana dan tepat. Maka kemudian, pemimpin bias efisien dan efiktif dangan cara melalui pendekatan keterampilan ini.


3.       Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Sikap / Perilaku;
Dalam pencapain kompetensi yang melalui pendekatan sikap yaitu bagaimana kita bias
Pertama adalah, .menyadari bahwa hidupnya menjadi bermakna kalau kehidupannya memberi manfaat bagi orang lain kemudian yang kedua, menyadari dirinya adalah figur yang paling dominan menentukan keberhasilan organisasi yang dipimpinnya. Jadi, dari kedua penjelasan ini kita dapat menyimpulkan bahwa dalam capain kompetensi yang melalui pendekatan sikap/perilaku ini yaitu bagaimana, kita itu harus paham dan mengerti tentang kondisi yang berda di lingkungan kita. Dalam artian kita harus menjaga sikap diri kita sendiri dulu sebelum mengatur dir orang lain. Maka memudian akan timbul pemimpin yang efiktif dan efisien dalam sikap/perilaku.
4.       Susun / desain model kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang saudara unggulkan dan lakukan dalam uji kompetensi akhir semester (dapat berupa bagan atau yang lain).

Dalam model kompetensi etika dan filsafat kepemimpinan, mempunyai keterampilan.
Model Kompetensi  Dari keterampilan seorang  pemimpin

 

 

Rabu, 07 Mei 2014

Tugas ke 2 Etika dan Filsafat Kepemimpinan KEPEMIMPINAN VISIONER


Tugas ke 2 Etika dan Filsafat Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN VISIONER

Setiap pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).

Tugas2.
1.                  Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
Visi :
Ø  terwujudnya solidaritas dan integritas antar element serta kreatif, produktif, inofatif dalam organisasi
Misi:
Ø  Melakukan komunikasi yang baik, atasan dan bawahan lebih lebih masyarakat
Ø  Mmenyerap dan menerapkan aspirasi masyarakat
Ø  Menyelenggarakan kegiatan yang kreatif, produktif, dan inofatif untuk masyarakat
Ø  Menyatukan kometmen
2.                  Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
Faktor pendukungnya adalah:
      1. Kemampuan dalam menjalankan visi
      2. Motivasi
      3. Dukungan yang diterima dari element hususnya masyarakat
      5. solidaritas yang tinggi dengan organisasi
Faktor penghambat adalah:
1.      Malas dalam menjalankan visi
2.      Kurang adnya dukungan dari masyarakat
3.      Tidak adanya solidaritas yang tinggi dalam organisasi
4.      Lemahnya dalam berkomunikasi
5.      Dan tidak mempunyai kometment

3.                  Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
Yaitu bagaimana, seluruh element yang ada di dalam organisasi, harus di berikan kepuasan komunikasi (human relation) dalam artian kepuasan itu berbentuk sebuah argument ataupn gagasan yang sekiranya mendukung jalannya visi dan misi, dan bersifat individualisme dalam organisasi
4.                  Dan bagaimana pula mengorganisir  faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
Yaitu bagaimana, pada factor penghambat yang telah di jelaskan di atas harus di lampiaskan atau di buang jauh jauh, dan kemudian menerapakan teori kepemimpinan yang baik dan efektif. Agar nantinya sikap apatis itu tidak terjadi dalam organisasi, karena sikap apatis dalam organisasi membuat kesenjangan antar individu yang satu dengan individu yang lain. Maka kemudian, timbulah perpecahan dalam organisasi tersebut.
5.       Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?
Sebuah konflik agar menjadi daya dorong terhadap suksesnya visi, yaitu bagaimana  Pandangan yang berbeda terhadap konflik beranggapan bahwa konflik tidak mungkin dihindari. Semua bentuk ketidaksetujuan mengandung konflik, namun hal itu tidak perlu menimbulkan pertengkaran yang hebat. Para pimpinan yang setuju dengan pandangan ini berpendapat bahwa jika pihak-pihak yang berkonflik bersikap dewasa dan percaya diri, maka apapun masalah yang menjadi sumber konflik akan dapat diselesaikan dengan baik. Mereka ini percaya bahwa kinerja organisasi yang optimal memerlukan tingkat konflik yang optimal atau moderat. Tanpa konflik, akan ada rasa tidak memerlukan perubahan, dan perhatian tidak terfokus pada masalah. Karena itu yang dibutuhkan adalah bagaimana mengelola konflik sehingga konflik tersebut dapat dipertahankan pada tingkatan tertentu (optimal atau moderat) sehingga menimbulkan situasi kondusif dalam organisasi. Dengan demikian kualitas pelayanan yang diinginkan dapat tercapai. Untuk mengembangkan alternatif solusi agar dapat mencapai satu kesepakatan dalam pemecahan konflik ,diperlukkan komitmen yang sungguh sungguh . Ada beberapa stragtegi yang dapat digunakan, antara lain : akomodasi, kompetisi, kompromi atau negosiasi dan kolaborasi. Diharapkan seorang pemimpin dapat memahami dan menggunakan keahliannya secara khusus untuk mengelola dan mengatur konflik agarmenjadi daya dorong terhadap visi saya. Semoga bermanfaat. amien

Keterangan:
1.       Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.       Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.