Minggu, 22 Desember 2013

Bagaimana menjadi pemimpin yang efisien



Nama              :Moh. Rowasis
NIM                :2013210043
Fakultas         : Ilmu sosial dan Ilmu politik
Prodi               : Ilmu Administrasi Negara

BAGAIMANA MENJADI PEMINPIN YANG EFISIEN
Pemimpin(leader), yaitu adalah sebuah agent of change and development, dan juga pemimpin itu bisa memberikan keputusan yang baik dan tidak merugikan terhadap orang lain.
Kemudian, berbicara masalah pemimpin yang efisien, sebenernya semua orang sudah mempunyai ataupun memiliki jiwa pemimpin. Tapi kemudian, untuk bisa menjadi pemimpin yang baik itulah yang sangat sulit, maka dari itu bagaimana kita harus bisa mempunyai apa yang namanya etika ketika kita sudah mimiliki etika dalam ke pemimpinan maka kita sudah termasuk pemimpin yang efisien, Itu dalam arti sempit.
Kemudian, secara arti luas yaitu, seorang pemempin itu harus mempunyai keterampilan profosionalisme yang tinggi yang di karakteristikkan dengan pengetahuan, dan juga seorang pemimpin itu mempunyai kemampuan dalam perencanaan, Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Yaitu bagaimana dalam suatu pembuatan program itu harus jelas(logis). kemudian program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya  juga dapat di capai denga baik. Jadi bukan anggan-angan. Dan lagi sesuai dengan kemampuan  sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. juga ada batas waktu yang jelas. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.  kemudian, agar  perencanaan dan  tujuan bisa tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian yaitu dengan cara  memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Jadi program ataupun kegiatan yang di laksanakan bisa menjadi ringan dengan adanya job description tersebut. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja  untuk itu dibutuhkan yang namanya kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. semua itu hanya untuk mengoptimalkan visi,misi seorang pemimpin(leader) Dalam suatu program yang di buatnya. Agar pekerjaannya berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja seorang pemimpin.  maka, dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
Dari beberapa pemaparan di atas dapat di simpulkan, bahwa dalam suatu pemimpin hendaknya bisa mempunyai ataupun mampu, baik dalam segi perencanaan, pengorganisasian, melaksanakan(actuating) dan pengontrolan. Maka apabila seorang pemimpin sudah melakukan hal hal yang telah di sebutkan di atas dengan maksimal, maka di situlah pemimpin bisa dikatakan dengan pemimpin yang efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar