Tugas ke 2 Etika dan Filsafat
Kepemimpinan
KEPEMIMPINAN VISIONER
Setiap pemimpin membentuk visi dengan
caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional,
kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan tanpa visi sama artinya dengan terjebak
dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi
kemiskinan.
Secara sederhana, visi adalah masa depan
yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus,
2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).
Tugas2.
1.
Susun visi, misi dan strategi anda,
dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
Visi :
Ø terwujudnya
solidaritas dan integritas antar element serta kreatif, produktif, inofatif
dalam organisasi
Misi:
Ø Melakukan
komunikasi yang baik, atasan dan bawahan lebih lebih masyarakat
Ø Mmenyerap
dan menerapkan aspirasi masyarakat
Ø Menyelenggarakan
kegiatan yang kreatif, produktif, dan inofatif untuk masyarakat
Ø Menyatukan
kometmen
2.
Apakah faktor-faktor pendukung dan
penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
Faktor pendukungnya adalah:
1. Kemampuan
dalam menjalankan visi
2. Motivasi
3. Dukungan
yang diterima dari element hususnya masyarakat
5. solidaritas
yang tinggi dengan organisasi
Faktor penghambat adalah:
1. Malas
dalam menjalankan visi
2. Kurang
adnya dukungan dari masyarakat
3. Tidak
adanya solidaritas yang tinggi dalam organisasi
4. Lemahnya
dalam berkomunikasi
5. Dan
tidak mempunyai kometment
3.
Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung
tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
Yaitu bagaimana, seluruh element yang
ada di dalam organisasi, harus di berikan kepuasan komunikasi (human relation)
dalam artian kepuasan itu berbentuk sebuah argument ataupn gagasan yang
sekiranya mendukung jalannya visi dan misi, dan bersifat individualisme dalam
organisasi
4.
Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap
apatis ?
Yaitu bagaimana, pada factor penghambat
yang telah di jelaskan di atas harus di lampiaskan atau di buang jauh jauh, dan
kemudian menerapakan teori kepemimpinan yang baik dan efektif. Agar nantinya
sikap apatis itu tidak terjadi dalam organisasi, karena sikap apatis dalam
organisasi membuat kesenjangan antar individu yang satu dengan individu yang
lain. Maka kemudian, timbulah perpecahan dalam organisasi tersebut.
5.
Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan
perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya
dorong susksesnya visi saudara ?
Sebuah konflik agar menjadi daya dorong
terhadap suksesnya visi, yaitu bagaimana
Pandangan yang berbeda terhadap konflik beranggapan bahwa konflik tidak
mungkin dihindari. Semua bentuk ketidaksetujuan mengandung konflik, namun hal
itu tidak perlu menimbulkan pertengkaran yang hebat. Para pimpinan yang setuju
dengan pandangan ini berpendapat bahwa jika pihak-pihak yang berkonflik
bersikap dewasa dan percaya diri, maka apapun masalah yang menjadi sumber
konflik akan dapat diselesaikan dengan baik. Mereka ini percaya bahwa kinerja
organisasi yang optimal memerlukan tingkat konflik yang optimal atau moderat.
Tanpa konflik, akan ada rasa tidak memerlukan perubahan, dan perhatian tidak
terfokus pada masalah. Karena itu yang dibutuhkan adalah bagaimana mengelola
konflik sehingga konflik tersebut dapat dipertahankan pada tingkatan tertentu
(optimal atau moderat) sehingga menimbulkan situasi kondusif dalam organisasi.
Dengan demikian kualitas pelayanan yang diinginkan dapat tercapai. Untuk
mengembangkan alternatif solusi agar dapat mencapai satu kesepakatan dalam
pemecahan konflik ,diperlukkan komitmen yang sungguh sungguh . Ada beberapa
stragtegi yang dapat digunakan, antara lain : akomodasi, kompetisi, kompromi
atau negosiasi dan kolaborasi. Diharapkan seorang pemimpin dapat memahami dan
menggunakan keahliannya secara khusus untuk mengelola dan mengatur konflik
agarmenjadi daya dorong terhadap visi saya. Semoga bermanfaat. amien
Keterangan:
1.
Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog dosen
pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.
Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar