Tugas 1, Etika dan
Filsafat Kepemimpinan,
Pada dasarnya Saudara
dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan nilai lebih
pada Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang
di dasarkan pada teori sifat-sifat pemimpin, dengan harapan ber aplikasi
pada perilaku kepemimpinan situasional, sehingga ada keterikatan baik emosional
maupun kontingensi tujuan baik individu maupun organisasi, melalui proses
tingkat kematangan kompetensi yang di tunjang motivasi menjadikan diri pemimpin
yang melayani dalam sistem kepemimpian.
Tugas:
1. Lakukan analisis
singkat atas konsep tersebut di atas. (jawabansoal no 1 ini setelah di serahkan
secara fisik/tertulis, dimasukkan pada komentar, dan di unggah pada blog
masing-masing mahasiswa, print out bukti unggah);
Pada dasarnya untuk menjadi seorang pemimpin yaitu dalam
teori leadership sudah jelas bahwa, leadership itu harus ada leader,
follower,situation. Baru kemudian terjadilah yang namanya pemimpin. Namun untuk
menjadi seorang pemimpin yang ber etika atau yang biasa di kenal dengan
pemimpin yang situasional, maka harus tau tentang teori teori kepemimpinan yang
kemudian akan membawa pemimpin itu menjadi pemipin yang situasional, Perilaku kepemimpinan seseorang menghadapi
kelompok secara keseluruhan harus berbeda
beda dengan menghadapi individu anggota kelompok, dan hal itu
memeng tergantung pada kematangannya.
Karena Masing masing punya perbedaan
tingkat kematangan masing masing. Dalam kebijakan, setiap keputusan yang dibuat
oleh seorang pemimpin berdasarkan pada
tingkat kematangan anggota kelompoknya, ini berarti keberhasilan seorang
pemimpin adalah apabila mereka menyesuaiakan gaya kepemimpinanya dengan tingkat
kedewasaan atau kematangan anngotanya. empat Tingkat kedewasaan atau kematangan
anggota kelompok yang harus di lakukan oleh seorang pemimpin intruksi,
konsultasi, partisipasi,dan delegasi. Dari beberapa teori ini sebenarnya, tidak
ada yang bisa disebut sangat optimal bagi seorang pemimpin. karena Pemimpin yang
teroptimal yaitu bisa mengembangkan kompetensi dan komitmen dari
pengikut sehingga mereka memotivasi diri sendiri daripada bergantung pada orang
lain untuk diarahkan atau dibimbing, kemudian
butuh keluasan, dan harus beradaptasi di setiap situasi di sekitarnya.
Untuk kemudian bisa menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam system kepemimpinan.
2. Berikan contoh satu
sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang
berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan
se-hari-hari saudara secara situasional;
Dalam kehidupan sehari hari setidaknya selaku pemimpin yang mempunyai
kometmen dan yang berkompeten dengan nilai dan etika, saya sendiri mengambil
sikap dan prilaku yang mememang berkopeten yaitu bagaimana saya harus bisa
memimpin diri saya sendiri sebulum saya memimpin orang lain. Karena dalam
organisasipun seorang pemimpin harus bisa menampakkan karismatik, agar anggota
itu bisa tertarik dan mengikuti apa yang di perintahkan atasannya. Pan yang paling penting dalam sebuah pemimpin
menurut saya, yaitu mempunyai hubungan manusiawi (human relation) disana di jelaskan bahwa pemimpin yang baik
dan beretika adalah pemimpin yang memuaskan kedua belah pihak yang sekiranya
tidak ada kontrofersi antara atasan dan bawahan. Jadi dalam situasi da n
kondisi apapun kita itu jangan lepas dari komunikasi yang baik, hususnya dalam
sebuah kepemimpinan.
3.Tingkat
kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap,
perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar
mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?
Yaitu bagaimana, kita selaku mahasiswa yang mempunyai
etika dalam mengemban amanah karena
dalam Seorang pemimpin saja harus bisa memikul tanggung jawab untuk menjalankan
visi dan misi yang dipercayakan
kepadanya. Pemimpin harus bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dan tidak
dilakukannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam
organisasi. Dan juga kita harus memiliki keberanian untuk mempertanggung
jawabkan tindakan yang telah dilakukan dan mengambil risiko atau pengorbanan
untuk kepentingan organisasi dan orang-orang yang dipimpinnya. Tanggung jawab
dan pengorbanan adalah dua hal yang saling berhubungan erat. Pemimpin harus
mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi atau keluarga
termasuk pengorbanan waktu. Di sisi lain, pemimpin harus melatih bawahan untuk
menerima tanggung jawab serta mengawasi pelaksanaan tugasnya. Serta memutuskan
suatu permasalahan dengan bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar